Faktor Kepadatan Penduduk dan Menghitung Kepadatan Penduduk

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah cepat atau lambat mengalami perubahan. Kecenderungan perubahan yang terjadi adalah jumlah penduduk menjadi bertambah semakin banyak. Semakin banyaknya jumlah penduduk menyebabkan wilayah tersebut menjadi semakin sesak oleh manusia sehingga wilayah tersebut menjadi wilayah padat penduduk.

Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah penduduk yang menempati setiap satuan luas wiayah lahan biasanya dalam 1 km2.

Kepadatan penduduk merupakan perhitungan kasar dan bersifat menyamaratakan wilayah penduduk, dalam arti benar-benar dalam setiap 1 km2 terdapat penduduk yang hidup dan tinggal. Padahal faktanya ada wilayah propinsi yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang masih tergolong rendah.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk di suatu wilayah antara lain :

(1) Faktor Fisiografis

Penduduk selalu memilih tempat tinggal yang baik, strategis, tanah subur, relief baik, cukup air dan daerahnya aman.

(2) Faktor Biologis

Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah berbeda-beda karena adanya perbedaan tingkat kematian, kelahiran dan angka perkawinan

(3) Faktor Kebudayaan dan teknologi

Daerah yang masyarakatnya maju, pola pikirnya bagus, dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibanding daerah lain yang terbelakang.

Lanjutkan membaca “Faktor Kepadatan Penduduk dan Menghitung Kepadatan Penduduk”

Faktor Yang Menghambat Jumlah Kematian (Antimortalitas)

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah memiliki kecenderungan untuk bertambah. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang bersifat menambah jumlah penduduk dan faktor yang bersifat mengurangi jumlah penduduk. Faktor  yang bersifat mengurangi adalah tinggi rendahnya angka kematian dan dan angka migrasi keluar.

Kematian merupakan faktor alami yang berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah penduduk di suatu wilayah. Jika jumlah kematian di suatu wilayah tinggi maka bisa dipastikan pertumbuhan penduduk alami di wilayah tersebut akan berjalan lambat. Sebaliknya jika jumlah kematian rendah maka bisa dipastikan  pertumbuhan penduduk alami di wilayah itu cenderung meningkat pesat.

Banyak sedikitnya jumlah kematian di suatu wilayah diperngaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor Promortalitas (mempertinggi jumlah kematian) dan faktor Antimortalitas (menghambat jumlah kematian)

Baca juga : Pronatalitas, Antinatalitas, Promortalitas.

Lanjutkan membaca “Faktor Yang Menghambat Jumlah Kematian (Antimortalitas)”

Faktor Yang Mempertinggi Jumlah Kematian (Promortalitas)

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah memiliki kecenderungan untuk bertambah. Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang bersifat menambah jumlah penduduk dan faktor yang bersifat mengurangi jumlah penduduk. Faktor  yang bersifat mengurangi adalah tinggi rendahnya angka kematian dan dan angka migrasi keluar.

Kematian merupakan faktor alami yang berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah penduduk di suatu wilayah. Jika jumlah kematian di suatu wilayah tinggi maka bisa dipastikan pertumbuhan penduduk alami di wilayah tersebut akan berjalan lambat. Sebaliknya jika jumlah kematian rendah maka bisa dipastikan  pertumbuhan penduduk alami di wilayah itu cenderung meningkat pesat.

Banyak sedikitnya jumlah kematian di suatu wilayah diperngaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor Promortalitas (mempertinggi jumlah kematian) dan faktor Antimortalitas (menghambat jumlah kematian)

Baca juga : Pronatalitas, Antinatalitas, Antimortalitas.

Lanjutkan membaca “Faktor Yang Mempertinggi Jumlah Kematian (Promortalitas)”

Menghitung Angka Kematian (Mortalitas)

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor yang bersifat menambah jumlah penduduk dan faktor yang bersifat mengurangi jumlah penduduk. Faktor yang bersifat menambah jumlah penduduk di suatu wilayah adalah kelahiran dan migrasi masuk, sedangkan faktor yang bersifat mengurangi adalah kematian dan migrasi keluar. Pada tulisan ini kita akan membahas mengenai salah satu faktor yang bersifat mengurangi jumlah penduduk yaitu kematian (mortalitas).

Kematian (Mortalitas) adalah peristiwa hilangnya tanda-tanda kehidupan pada seseorang secara permanen, antara lain tidak ada lagi denyut nadi, detak jantung dan hembusan nafas. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya jumlah kematian penduduk di suatu wilayah antara lain kondisi kesehatan, kondisi lingkungan, kondisi sosial, tempat tinggal, jenis pekerjaan, tingkat pendidikan dan jenis kelamin.

Kematian merupakan faktor alami yang berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah penduduk di suatu wilayah. Jika jumlah kematian di suatu wilayah tinggi maka bisa dipastikan pertumbuhan penduduk alami di wilayah tersebut akan berjalan lambat. Sebaliknya jika jumlah kematian rendah maka bisa dipastikan  pertumbuhan penduduk alami di wilayah itu cenderung meningkat pesat.

Lanjutkan membaca “Menghitung Angka Kematian (Mortalitas)”

Menghitung Angka Kelahiran

Kelahiran merupakan faktor alami yang berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah. Jika jumlah kelahiran di suatu wilayah tinggi maka bisa dipastikan pertumbuhan penduduk alami di wilayah tersebut akan meningkat pesat. Sebaliknya jika jumlah kelahiran rendah maka bisa dipastikan  pertumbuhan penduduk alami di wilayah itu cenderung lambat.

Besarnya jumlah kelahiran di suatu wilayah sangat perlu untuk diketahui oleh pemerintah. Peristiwa kelahiran karena bersifat dinamis dan terus-menerus maka pendataan yang akurat dari kelahiran adalah dengan melihat mengambil data dari banyak instansi seperti instansi kesehatan yang mengeluarkan surat kelahiran, instansi pemerintahan desa – kecamatan dan catatan sipil yang mengeluarkan Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga.

Besarnya jumlah kelahiran kemudian dinyatakan dalam Angka Kelahiran, yatu angka yang menunjukkan jumlah kelahiran dalam kurun waktu tertentu (biasanya satu tahun) dan dalam setiap 1000 penduduk.

Untuk menghitung besarnya angka kelahiran dapat menggunakan 3 rumus yaitu Angka Kelahiran Kasar, Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur dan Angka Kelahiran Umum. Rumus dan Contoh pehitungan adalah sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Menghitung Angka Kelahiran”

Faktor Yang Menghambat Jumlah Kelahiran (Antinatalitas)

Bertambahnya jumlah penduduk di suatu wilayah dipengaruhi oleh faktor tinggi rendahnya jumlah kelahiran dan banyak sedikitnya penduduk pendatang (migrasi masuk) yang masuk ke wilayah tersebut. Jika jumlah kelahiran tinggi dan penduduk pendatang juga tinggi kemudian di satu sisi jumlah kematian dan migrasi keluar rendah maka wilayah tersebut akan mengalami pertambahan penduduk yang tinggi.

Jumlah kelahiran dapat berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah penduduk baik secara cepat maupun lambat. Jika jumlah penduduk bertambah dengan lambat, maka dapat diidentifikasi ada beberapa faktor-faktor pendukung yang menyebabkan jumlah kelahiran di wilayah tersebut cenderung lambat. Faktor-faktor yang menghambat jumlah kelahiran itu disebut dengan Antinatalitas.

Baca juga : Pronatalitas, Promortalitas, Antimortalitas.

Ada beberapa faktor yang menghambat jumlah kelahiran di Indonesia, antara lain :

Lanjutkan membaca “Faktor Yang Menghambat Jumlah Kelahiran (Antinatalitas)”