Struktur Ruang Kota Menurut Hommer Hoyt (Teori Sektoral)

Pertumbuhan dan perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor alamiah dan faktor sosial wilayah, serta kebijakan pemerintah. Faktor alamiah yang mempengaruhi perkembangan kota antara lain lokasi, fisiografi, iklim, dan kekayaan alam yang terkandung di daerah tersebut. Termasuk dalam faktor sosial di antaranya kondisi penduduk dan fasilitas sosial yang ada. Adapun kebijakan pemerintah menyangkut penentuan lokasi kota dan pola tata guna lahan di wilayah perkotaan tersebut.

Kenampakan penggunaan ruang perkotaan adalah keanekaragaman fungsi tanah sebagai cerminan dari keanekaragaman kebutuhan warga kota terhadap berbagai jenis fasilitas kehidupan. Penggunaan tanah akan menjadi salah satu karakter kota, sebagai hasil perpaduan antara kondisi fisik seperti topografi, morfologi, hidrografi, dan kondisi sosial seperti sejarah, ekonomi warga kota, budaya, pemerintah dan keterbukaan kota terhadap daerah lainnya. Segmentasi ruang dalam kota sangat tergantung pada: lokasi kota, karakteristik fisik, kebijakan penggunaan lahan, dan kondisi sosial ekonomi penduduk.

Lanjutkan membaca “Struktur Ruang Kota Menurut Hommer Hoyt (Teori Sektoral)”

Struktur Ruang Kota Menurut Ernest W Burgess (Teori Konsentris)

Pertumbuhan dan perkembangan kota sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor alamiah dan faktor sosial wilayah, serta kebijakan pemerintah. Faktor alamiah yang mempengaruhi perkembangan kota antara lain lokasi, fisiografi, iklim, dan kekayaan alam yang terkandung di daerah tersebut. Termasuk dalam faktor sosial di antaranya kondisi penduduk dan fasilitas sosial yang ada. Adapun kebijakan pemerintah menyangkut penentuan lokasi kota dan pola tata guna lahan di wilayah perkotaan tersebut.

Kenampakan penggunaan ruang perkotaan adalah keanekaragaman fungsi tanah sebagai cerminan dari keanekaragaman kebutuhan warga kota terhadap berbagai jenis fasilitas kehidupan. Penggunaan tanah akan menjadi salah satu karakter kota, sebagai hasil perpaduan antara kondisi fisik seperti topografi, morfologi, hidrografi, dan kondisi sosial seperti sejarah, ekonomi warga kota, budaya, pemerintah dan keterbukaan kota terhadap daerah lainnya. Segmentasi ruang dalam kota sangat tergantung pada: lokasi kota, karakteristik fisik, kebijakan penggunaan lahan, dan kondisi sosial ekonomi penduduk.

Lanjutkan membaca “Struktur Ruang Kota Menurut Ernest W Burgess (Teori Konsentris)”

Struktur Ruang Kota Menurut R. Bintaro

Kota pada umumnya merupakan wilayah yang dibentuk secara terencana. Perencanaan pembangunan di wilayah kota membagi beberapa wilayahnya menjadi zona-zona dengan fungsi tertentu. Struktur ruang kota keadaannya lebih kompleks dan teratur dibandingkan desa. Struktur ruang kota mengatur pemanfaatan ruang atau lahan untuk keperluan tertentu sehingga tidak terjadi pemanfaatan yang tumpang tindih.

Pola penggunaan lahan merupakan salah satu bentuk interaksi antara manusia dengan lingkungan sebagai tempat hidupnya. Melalui perencanaan sistem penggunaan lahan yang tepat sesuai dengan kondisi lingkungannya, manusia dapat memanfaatkan ruang muka bumi secara maksimal.

Lanjutkan membaca “Struktur Ruang Kota Menurut R. Bintaro”

Klasifikasi Kota

Klasifikasi Kota Secara Umum Yang Sering Digunakan

Pola Keruangan Kota

= – = – = 

Pada saat kalian berkunjung dari kota satu ke kota lain, jika yang kalian lihat adalah hiruk-pikuknya suasana maka kalian akan berpendapat secara umum kota itu sama antara satu dengan lainnya. Tetapi jika kalian mempelajari lebih jauh pada hal-hal yang lain misalnya seperti seberapa besar jumlah penduduk penduduknya, bagaimana bangunan-bangunan yang ada, bagaimana penataan ruangnya atau struktur tata kotanya, dan beberapa hal lain maka akan kita dapati bahwa antara kota satu dengan yang lain akan memiliki perbedaan.

Setiap kota memiliki ciri yang membuatnya berbeda satu sama lain. Ada kota yang sedikit memiliki gedung-gedung besar bertingkat meskipun penduduknya besar. Ada kota yang penduduknya sedang tetapi memiliki bangunan-bangunan pencakar langit. Ada kota yang mempertahankan bangunan-bangunan kuno peninggalan sejarah masa lalu. Ada kota yang penduduknya sangat padat, bangunan-bangunan pencakar langit banyak dan aktivitas kehidupan yang begitu dinamis di dalamnya. Banyaknya hal yang membedakan ini akan lebih mudah jika kita pelajari dalam klasifikasi kota berikut ini.

Sistem klasifikasi kota dapat didasarkan atas beberapa faktor, seperti berdasarkan jumlah penduduk, fungsi, dan luas kota. Sistem penggolongan kota yang dilakukan oleh sebuah negara tidak selalu sama dengan negara lainnya. Hal ini sangat berhubungan dengan tingkat kemajuan pembangunan yang telah dicapai dan jumlah penduduk negara yang bersangkutan. Selain itu, dikenal juga istilahistilah yang berhubungan dengan penggolongan kota, seperti city (kota), town (kota kecil), dan urban (wilayah perkotaan). Oleh karena itu, untuk dapat mengklasifikasikan kota diperlukan standar yang cukup valid dan representatif.

Secara umum, sistem klasifikasi kota yang sering digunakan adalah sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Klasifikasi Kota”

Ciri-ciri Kota

Ciri-ciri Fisik dan Non Fisik Suatu Kota

Pola Keruangan Kota

= – = – =

Kota pada dasarnya terbentuk dari wilayah perdesaan yang mengalami perkembangan yang pesat di segala sendi kehidupannya. Pesatnya angka pertumbuhan penduduk yang ditandai dengan penambahan jumlah penduduk dengan cepat. Cepatnya penambahan jumlah penduduk tersebut dipengaruhi oleh faktor demografi seperti angka kelahiran yang tinggi dan angka kematian yang rendah. Selain itu faktor migrasi penduduk pendatang yang masuk juga menyebabkan wilayah menjadi semakin bertambah penduduknya. Banyak hal yang mempengaruhi besarnya jumlah pendatang dari tempat lain yang masuk ke suatu wilayah kota, misalnya faktor lapangan kerja yang ditawarkan kota hingga sarana-prasarana fisik yang menarik minat orang untuk datang.

Perkembangan atau perubahan suatu desa menjadi kota menyebabkan ciri-ciri kehidupan yang khas suatu desa menjadi hilang dan berganti dengan ciri-ciri yang baru. Ada banyak ciri-ciri alam maupun ciri-ciri sosial yang berganti baru dan menyebabkan kota menjadi memiliki perbedaan yang mencolok dengan desa.

Ciri-ciri kota dikelompokkan dalam dua kelompok yang ciri-ciri fisik dan ciri-ciri nonfisik. Beberapa ciri-ciri kota tersebut antara lain sebagai berikut :

1. Ciri-ciri Fisik Kota

  • Memiliki gedung pusat pemerintahan. Pusat pemerintahan di suatu kota akan ditandai dengan adanya gedung-gedung pemerintahan yang besar dan tinggi. Bangunan pemerintahan dibangun tidak hanya 1 lantai tetapi bisa 2 lantai bahkan lebih.

Lanjutkan membaca “Ciri-ciri Kota”

Unsur dan Potensi Kota

Unsur-unsur dan Potensi Yang Dimiliki Kota

Pola Keruangan Kota

= – = – =

kota merupakan daerah pusat keramaian karena di dalamnya berbagai pusat kegiatan manusia (di luar pertanian) terdapat di sini. Misalnya : pusat industri, baik industri besar sampai industri kecil; pusat perdagangan, mulai dari pasar tradisional sampai pasar regional, dan pusat pertokoan; pusat sektor jasa dan pelayanan masyarakat seperti rumah sakit, pusat pendidikan, pusat pemerintahan, pusat hiburan dan rekreasi, dan sebagainya.

Semua itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kota itu sendiri dan daerah-daerah di sekitarnya. Karena lengkapnya fasilitas yang disediakan oleh kota, menjadikannya sebagai tempat pemusatan penduduk. Sehingga dalam kehidupan sehari-harinya, kota sangat sibuk dan merupakan suatu kompleksitas yang khusus.

Titchfield Street Kilmarnock

Ada beberapa istilah yang sering digunakan dalam membahas pengertian kota, antara lain: 

  1. Urban adalah suatu bentuk yang memiliki suasana kehidupan dan penghidupan yang modern,
  2. City adalah pusat kota,
  3. Town kota kabupaten,
  4. Township adalah kota kecamatan.

Lanjutkan membaca “Unsur dan Potensi Kota”