Risnani – Mendesain Kelas Alam Sebagai Ruang Belajar

Geografi merupakan ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala geosfer yang terjadi di permukaan bumi. Geosfer merupakan lapisan alam yang terdiri atas lithosfer (lapisan batuan), atmosfer (lapisan udara), hidrosfer (lapisan perairan), biosfer (lapisan kehidupan flora dan fauna) serta antroposfer (lapisan kehidupan manusia).
Atmosfer, hidrosfer dan lithosfer merupakan lapisan bumi yang bersifat fisik dan merupakan benda mati (abiotik) pembentuk lingkungan alam, sedangkan biosfer dan antroposfer adalah lapisan bumi yang merupakan makhluk hidup.
Berbagai gejala atau fenomena yang terjadi pada lapisan atmosfer, hidrosfer dan lithosfer dapat dengan mudah ditemukan dan dipelajari secara langsung, begitu pula dengan fenomena persebaran flora dan fauna. Aktivitas manusia dalam berinteraksi dengan lingkungan alam maupun lingkungan sosial juga banyak terjadi secara langsung di alam sehingga untuk mempelajarinya akan lebih mudah dipahami jika melakukan observasi secara langsung di lapangan.

Menurut ibu Risnani, guru Geografi yang mengajar di SMAN 1 Trojun Sampang Pulau Madura, mengatakan bahwa alam adalah guru terbaik bagi siswa. Beliau berpendapat bahwa alam menyuguhkan kenyataan pemandangan yang tidak terbatas, kesegaran udara, kenyamanan suasana sehingga alam dapat menjadi kelas yang istimewa bagi siswa dalam belajar geografi. Dari berbagai faktor yang telah disebutkan di atas menjadi salah satu sebab siswa dapat betah berlama-lama belajar di luar kelas.

Lanjutkan membaca “Risnani – Mendesain Kelas Alam Sebagai Ruang Belajar”

Yulia Enshanty – Pemanfaatan Poster Sebagai Media Pembelajaran

Selama tahun 2020, lebih tepatnya pada pertengahan bulan Maret 2020 lembaga pendidikan di berbagai jenjang dari pendidikan dasar, menengah hingga pendidikan tinggi melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh. Kegiatan pembelajaran jarak jauh atau sering disingkat dengan PJJ ini dilaksanakan sebagai salah satu usaha untuk menghambat persebaran virus Corona atau Covid-19. Merebaknya virus yang berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian pada penderita yang terjangkit ini berawal dari persebaran secara lokal pada awal Januari 2020 hingga kemudian menjadi pandemi yang secara global meluluhlantakkan berbagai sendiri kehidupan di sebagian besar negara-negara di dunia. Berbagai langkah diambil oleh pemerintah untuk meminimalkan persebaran virus tersebut, salah satunya adalah penerapan pola hidup sehat hingga physical distancing.

Dunia pendidikan pun tak luput dari penerapan physical distancing ini, sehingga kegiatan pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi kegiatan pembelajaran jarah jauh atau secara daring. Perubahan kegiatan pembelajaran dari tata muka menjadi daring ini tidaklah selalu berjalan mulus. Banyak kendala yang bermunculan silih berganti dalam pelaksanaannya, dari kendala siswa tidak memiliki HP atau tidak memiliki kuota, kemampuan gadget yang rendah, coverage area signal dari provider GSM yang mempengaruhi koneksi hingga masalah tingkat keaktifan dan tingkat kesadaran siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran daring.

Lanjutkan membaca “Yulia Enshanty – Pemanfaatan Poster Sebagai Media Pembelajaran”

Invokavitman Halawa – Peran Serta Pembelajaran Geografi Di Sekolah Dalam Menduniakan Pantai Sorake Nias Selatan

Geografi merupakan ilmu yang memilki cakupan yang luas, baik membahas tentang kondisi fisik permukaan bumi yang meliputi lapisan batuannya, lapisan perairannya, lapisan udaranya, persebaran flora-faunanya maupun aktifitas manusia di berbagai bidang kehidupan. Fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi dapat dipengaruhi oleh aktivitas alam, aktivitas manusia maupun kombinasi dari keduanya. Interaksi antara manusia dengan alam dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian bagi manusia dan alam itu sendiri.

Sebagai contoh interaksi alam dengan manusia adalah bentuk interaksi antara alam pantai dengan aktivitas manusia yang tinggal di sekitarnya. Sebuah pantai yang terdapat di kawasan laut dengan memiliki potensi perikanan tinggi akan membuat manusia yang tinggal di wilayah tersebut cenderung memiliki mata pencaharian di bidang perikanan atau sebagai nelayan. Sedangkan potensi pantai yang menyuguhkan keindahan pemandangan laut akan membuat manusia yang tinggal di sekitarnya akan cenderung memiliki aktivitas yang berkaitan dengan kepariwisataan.

Lanjutkan membaca “Invokavitman Halawa – Peran Serta Pembelajaran Geografi Di Sekolah Dalam Menduniakan Pantai Sorake Nias Selatan”

Apri Yusri – Proses Pembelajaran Geografi Di Daerah Kepulauan Dalam Masa Belajar Di Rumah

Pandemi Covid-19 hingga saat ini masih menjadi permasalahan di dunia yang belum diketahui kapan akan segera berakhir. Belum di ketahuinya akhir masa pandemi ini membuat negara-negara di dunia mengalami efek lanjutan permasalahan di berbagai sendi kehidupan. Salah satu bidang yang terkena imbasnya adalah kegiatan di bidang pendidikan. Kegiatan tatap muka langsung yang menjadi aktifitas rutin sehari-hari antara guru dengan peserta didik menjadi terhambat karena anjuran dan penerapan physical distancing.

Untuk meminimalisir terjadinya potensi penyebaran wabah Covid-ini maka lembaga-lembaga pendidikan melakukan kegiatan pembelajaran dengan konsep pembelajaran jarak jauh atau sering disingkat dengan PJJ. Konsep pembelajaran jarak jauh ini adalah dengan memanfaatkan media IT sebagai sarana untuk melakukan tatap muka dengan siswa secara tidak langsung. Dengan memanfaatkan aplikasi-aplikasi pembelajaran online atau sering disebut dengan elearning, guru dan peserta didik dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran meskipun tidak secara langsung bertemu.

Lanjutkan membaca “Apri Yusri – Proses Pembelajaran Geografi Di Daerah Kepulauan Dalam Masa Belajar Di Rumah”

Yulia Enshanty – Pemanfaatan Stereoskop Cermin Untuk Melakukan Interpretasi Citra Penginderaan Jauh

Dalam kegiatan pembelajaran Geografi terdapat materi yang membahas tentang salah satu cabang Ilmu Geografi yang berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi yaitu Penginderaan Jauh. Materi penginderaan jauh di tingkat SMA merupakan materi dasar yang harus dikuasai siswa. Dalam kurikulum 2013 revisi materi Penginderaan Jauh dipecah dalam 2 bagian yaitu materi konsep dasar penginderaan jauh di kelas X semester ganjil dan materi pemanfaatan di kelas XII semester 2.
Penginderaan jauh merupakan ilmu yang berbasis teknologi sehingga dalam kegiatan pembelajaran di dalamnya akan berhubungan dengan kegiatan praktik. Salah satu bentuk kegiatan praktik dalam penginderaan jauh adalah interpretasi citra hasil penginderaan jauh. Interpretasi citra merupakan kegiatan menafsir, mengkaji, mengidentifikasi, dan mengenali obyek pada citra, selanjutnya menilai arti penting dari obyek tersebut. Untuk melakukan interpretasi citra dibutuhkan foto/citra hasil penginderaan jauh yang memiliki daerah bertampalan dan alat untuk melakukan interpretasi.

Kegiatan interpretasi citra pada masa sekarang ini bisa dilakukan dengan menggunakan software-software untuk analisis citra penginderaan jauh seperti Envi, Erdas Imagine dan banyak aplikasi lain yang berbasis pemetaan SIG seperti ArcGIS. Pada beberapa tahun lalu kegiatan interpretasi citra penginderaan jauh menggunakan media alat untuk interpretasi yaitu Stereoskop. Alat ini sampai sekarang juga masih digunakan tetapi dengan semakin majunya perkembangan teknologi informasi dan bermunculan aplikasi-aplikasi pengolah citra digital maka fungsi alat tersebut menjadi tidak begitu populer lagi seperti pada masa itu.

Lanjutkan membaca “Yulia Enshanty – Pemanfaatan Stereoskop Cermin Untuk Melakukan Interpretasi Citra Penginderaan Jauh”

Sofyanto – Pemanfaatan Media Poster Untuk Penyampaian Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh

Pandemi Covid 19 sampai saat ini masih berlangsung di pelbagai wilayah di Indonesia. Kapan berakhirnyapun belum bisa diperkirakan dengan pasti. Kondisi ini menyebabkan berbagai kegiatan kehidupan mengalami hambatan, tak terkecuali dengan dunia pendidikan. Pada saat sebelum pandemi menyerang kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka secara klasikal di dalam kelas. Aneka model pembelajaran dapat dilakukan dalam penyampaian materi pembelajaran. Peran guru sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaranpun bisa dilakukan.
Tetapi kegiatan tersebut berubah drastis begitu pandemi Covid mulai meluas ke wilayah-wilayah di Indonesia. Penerapan Pembatasan Aktivitas penduduk hingga penerapan protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran wabah menyebabkan kegiatan pembelajaran secara tatap muka di kelas tidak dapat dilakukan lagi.

Pandemi membuat lembaga-lembaga pendidikan mulai menghentikan kegiatan tatap muka. Kegiatan pembelajaran diganti menjadi sebuah pembelajaran yang bersifat daring. Kegiatan pembelajaran daring dilakukan dengan menggunakan media telekomunikasi untuk menghindari potensi terjadinya kerumunan. Sehingga siswa-siswi tetap dapat belajar tanpa harus tatap muka dengan gurunya.
Pembelajaran daring yang dilakukan ini juga memaksa guru untuk menciptakan atau menerapkan model pembelajaran yang dapat efektif digunakan selama pandemi. Kreatifitas guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menjadi berkembang menyesuaikan dengan kebutuhan.

Lanjutkan membaca “Sofyanto – Pemanfaatan Media Poster Untuk Penyampaian Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh”