Ragam Kebudayaan Bali, NTB dan NTT

Pulau Bali dan kepulauan Nusa Tenggara yang terbagi menjadi wilayah propinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur adalah gugusan kepulauan yang berada di bagian selatan Indonesia. Letaknya sejajar dengan pulau Jawa, melintang dari barat ke timur. Secara geologis pulau-pulau tersebut berada di atas jalur pegunungan muda sirkum Mediterania. Jalur ini bersifat aktif sehingga banyak terdapat gunung-gunung berapi aktif seperti Gunung Agung, Merbuk dan Batur di Bali. Gunung Rinjani, Tambora dan Sangeang di NTB. Gunung Lewotolo, Lewotobi, Rokatenda, Egon, Ebulobo, Kelimutu, Lika, Sirung, Liboleng dan Leroboleng di NTT.

Banyaknya gunung berapi di wilayah Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara menyebabkan wilayah tersebut memiliki tanah yang subur dan cocok untuk kegiatan pertanian, terutama pulau Bali. Bali diketahui merupakan propinsi dengan produktivitas panen padi tertinggi permeter persegi di Indonesia. Selain itu aktivitas vulkanik di Bali dan kepulauan Nusa Tenggara membuat wilayah tersebut memiliki panorama alam yang indah dan elok. Kondisi yang menjadikan wilayah ini memiliki potensi tinggi untuk pariwisata alam.

Namun keunggulan potensi wisata yang ditawarkan oleh Bali dan Nusa Tenggara tidak hanya wisata alam saja. Potensi budaya yang dimiliki oleh wilayah tersebut juga begitu tinggi dan dapat dikembangkan dan dimaksimalkan untuk  pariwisata. Begitu banyak unsur-unsur budaya yang dapat ditawarkan kepada turis baik asing maupun domestik untuk mengunjungi tempat ini.

Bali bahkan merupakan salah wilayah di Indonesia yang mengandalkan potensi budaya lokalnya untuk menarik wisatawan datang. Wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam pantai dan pegunungan namun juga keindahan dan kekayaan budayanya. Berbagai suguhan budaya seperti tarian daerah, upacara adat hingga bangunan-bangunan hasil budaya disajikan setiap waktu untuk menghibur dan memberikan kesan yang memuaskan bagi para wisatawan. Wilayah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur juga mau ketinggalan. Dua propinsi tersebut juga memanfaatkan potensi budaya mereka yang elok untuk menarik minat wisatawan.

Lanjutkan membaca “Ragam Kebudayaan Bali, NTB dan NTT”

Ragam Kebudayaan di Pulau Jawa

Dari lima pulau terbesar di Indonesia, Jawa merupakan pulau terkecil. Namun demikian Jawa adalah pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. Hampir 60% penduduk Indonesia bertempat tinggal di pulau Jawa. Faktor kesuburan tanah, aksesibilitas tinggi dan fungsi kota-kota besarnya sebagai pusat pemerintahan, pusat pendidikan, pusat kebudayaan dan lain-lainnya menjadi daya tarik bagi penduduk dari luar Jawa berdatangan ke pulau ini.

Beberapa kota besar di Indonesia seperti kawasan Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surakarta, hingga Surabaya banyak dituju oleh pendatang dari luar dengan berbagai tujuan. Pendatang dari berbagai daerah tersebut memiliki latar belakang yang berbeda satu sama lain dari sisi budaya. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadi percampuran budaya antara pendatang dengan penduduk asli maupun antar pendatang. Hal tersebut dapat menyebabkan budaya asli daerah pribumi mengalami perubahan bahkan terkikis dan menghilang. Faktor kemajuan teknologi juga turut berperan dalam mempercepat perubahan tersebut.

Namun demikian masih banyak daerah di pulau Jawa yang mempertahankan kelangsungan budaya yang ada. Faktor bangga dengan nilai-nilai luhur kebudayaan serta potensi besar pemanfaatan unsur-unsur budaya yang dapat memberikan keuntungan membuat berbagai daerah bersemangat dalam mempertahankan kebudayaan daerah mereka. Tak jarang slogan pelestarian budaya selalu ditampilkan dalam berbagai acara baik resmi pemerintahan hingga pada acara kemasyarakatan.

Secara administratif Pulau Jawa dibagi dalam 6 wilayah propinsi yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur. Masing-masing propinsi memiliki kekhasan budaya yang membedakan dengan propinsi lain. Beberapa hasil-hasil budaya yang menjadi ciri khas tersebut antara lain :

Lanjutkan membaca “Ragam Kebudayaan di Pulau Jawa”

Ragam Kebudayaan Daerah di Pulau Sumatera

Sumatera sebagai salah satu dari lima pulau besar di Indonesia memiliki keragaman kekayaan budaya daerah. Berbagai jenis budaya daerah dari pulau ini memberikan sumbangsih terhadap budaya nasional yang membentuk karakter masyarakat Indonesia. Terdapat 10 propinsi di wilayah pulau Sumatera dan sekitarnya antara lain propinsi Nanggroe Aceh Darusalam, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Bangka Belitung dan Lampung. Dari sepuluh propinsi tersebut masing-masing memiliki kekhasan yang membedakan antar propinsi satu dengan yang lainnya.

Berdasarkan keragaman budayanya, setiap provinsi di pulau Sumatra memiliki ciri yang membedakan satu dengan yang lain, antara lain :

.

Rumah Adat

Setiap propinsi di pulau Sumatera memilki rumah adat yang mempunyai ciri-ciri yang membedakan dengan rumah adat lainnya baik dari segi bentuk, tinggi bangunan dan bahan yang digunakan. Perbedaan dapat diamati dari bentuk atapnya yang cenderung berbeda satu dengan yang lain. Sedangkan persamaannya adalah setiap rumah adat tersebut dibangun di atas panggung.

Lanjutkan membaca “Ragam Kebudayaan Daerah di Pulau Sumatera”

Pengaruh Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya. Tersebar dari pulau Miangas yang berada di posisi paling utara hingga pulau Rote yang berada di posisi paling ujung selatan Indonesia, dari kota Sabang yang berada di paling barat hingga kota Merauke yang berada di posisi paling timur Indonesia.

Beberapa contoh bentuk keanekaragaman budaya dapat diamati dari banyaknya suku yang, bahasa, kesenian, tradisi masyarakat, peralatan atau perkakas dan masih banyak lagi contoh yang lain. Keragaman budaya Indonesia dipengaruhi oleh banyak hal antara lain faktor lokasi, iklim, topografi, kondisi tanah, ketersediaan air dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut membuat budaya di suatu daerah memiliki perbedaan dengan budaya di daerah lain.

N. Daldjoeni mengemukakan terdapat delapan faktor yang mempengaruhi kehidupan manusia. Faktor-faktor tersebut secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap kebudayaan yang ada, antara lain :

1. Faktor Lokasi

Faktor lokasi memiliki pengaruh yang besar terhadap keragaman budaya di Indonesia. Lokasi berkaitan dengan posisi Indonesia terhadap negara lain. Secara sosiogeografis–kultural, Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Australia yang terdiri dari berbagai bangsa. Hal ini menyebabkan terjadinya akulturasi budaya. Secara sosiokultural, Indonesia mempunyai banyak persamaan umum dengan negara-negara tetangga. Misalnya, sama-sama merupakan negara sedang berkembang, sama-sama sedang menghadapi masalah ledakan penduduk, sama-sama berlandaskan kehidupan beragama, sama-sama bekas negara jajahan, dan sebagian besar penduduknya mempunyai persamaan ras.

Lanjutkan membaca “Pengaruh Faktor Geografis Terhadap Keragaman Budaya di Indonesia”

Pengertian, Unsur-unsur dan Wujud Budaya

Pengertian, Unsur-unsur dan Wujud Budaya

Persebaran Kebudayaan Indonesia

= – = – =

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan luas yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan Miangas hingga pulau Rote. Wilayah Indonesia terbentang dari 6 LU – 11 LS dan 95 BT – 141 BT. Lokasi astronomis ini menempatkan Indonesia termasuk dalam wilayah yang memiliki iklim tropis. Kondisi ini membuat Indonesia memiliki kekayaan hayati yang besar dan melimpah. Selain itu dengan jumlah pulau lebih dari 17.000 menjadikan Indonesia juga menjadi wilayah yang memiliki keanekaragaman kebudayaan yang menyebar di seluruh wilayahnya.

Keanekaragaman budaya di Indonesia dengan kekhasan pada setiap daerahnya membuat negara ini termasuk dalam negara dengan keragaman budaya terbesar di dunia. Sebagai contoh setidaknya lebih dari 1.000 suku yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hasil penelitian Pusat Bahasa juga mencatat terdapat 746 bahasa daerah yang digunakan oleh penduduk Indonesia. Lalu apakah yang dimaksud dengan budaya itu? Apakah hanya kelompok etnis dan bahasa sajakah yang termasuk dalam jenis budaya itu?

Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya adalah suatu pola menyeluruh. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. 

Lanjutkan membaca “Pengertian, Unsur-unsur dan Wujud Budaya”

Klasifikasi Kemampuan Lahan Menurut USDA

Tanah merupakan tubuh alam bagian atas yang menutupi permukaan bumi. Tanah merupakan media tumbuhnya tanaman. Tanaman yang tumbuh dapat berupa tanaman alami maupun tanaman budidaya. Tanaman alami adalah tanaman yang tumbuh secara alami tanpa ada campur tangan manusia, sedangkan tanaman budidaya merupakan tanaman yang tumbuh karena ada faktor peran manusia dalam pengolahannya agar tanaman tersebut dapat tumbuh, berkembang dan memberikan manfaat bagi manusia. Tanaman budidaya misalnya adalah tanaman-tanaman pertanian seperti padi dan palawija, serta tanaman perkebunan seperti kopi, teh, karet dan lain-lain.

Memanfaatkan tanah di suatu tempat identik dengan kegiatan pengolahan lahan. Lahan dan tanah dari segi makna merupakan wujud yang berbeda, tetapi keduanya tidak dapat dipisahkan. Tanah lebih menunjuk pada struktur fisik permukaan bumi sedangkan lahan lebih ke konsep pemanfaatan dan pengelolaannya.

Lahan maupun tanah memiliki kualitas dan daya dukung untuk menopang kehidupan yang ada di atasnya. Lahan yang dimanfaatkan dengan baik oleh manusia dapat menjadi sumber yang mendukung kelangsungan hidupnya. Dalam pemanfaatan lahan untuk pertanian dikenal adanya istilah kemampuan atau kesesuaian lahan. Lahan memiliki kemampuan atau kesesuaian pemanfaatan yang berbeda berdasarkan mudah tidaknya tanah di lahan tersebut menjadi rusak jika diusahakan untuk kegiatan pertanian. Hal tersebut merupakan sifat dan faktor pembatas penentuan kelas kemampuan lahan.

Lanjutkan membaca “Klasifikasi Kemampuan Lahan Menurut USDA”