Klasifikasi Iklim 04
Penentuan Iklim Suatu Wilayah Menurut Schmidt-Ferguson
Atmosfer
= – = – =
Daerah tropis merupakan daerah yang secara umum mengalami dua musim dalam setiap tahunnya, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau ditandai dengan kondisi udara yang cenderung kering dan memiliki curah hujan rendah. Musim penghujan ditandai dengan kondisi udara yang cenderung lembab/basah dan memiliki curah hujan tinggi. Kondisi yang berbeda ini berdampak pada berbagai aktifitas manusia yang berhubungan langsung dengan alam, salah satunya adalah kegiatan pertanian.
Bentuk kegiatan pertanian yang berhubungan dengan iklim di suatu daerah dipengaruhi oleh ketersediaan air yang ada di daerah tersebut. Di daerah yang memiliki kecukupan air dan tidak terpengaruh oleh musim kemarau maupun hujan, maka kegiatan pertanian dapat berjalan tanpa kendala. Jenis tanaman budidaya apapun yang ditanam akan tumbuh dengan baik karena kecukupan air. Lain halnya dengan daerah yang memiliki kertersediaan air yang berbeda di kedua musim tersebut. Kegiatan pertanian akan berjalan lebih lambat sehingga produktifitas pertanian juga akan menurun.

Untuk keperluan di bidang pertanian dan perkebunan, Schmidt dan Ferguson membuat penggolongan iklim khusus daerah tropis. Dasar pengklasifikasian iklim ini adalah jumlah curah hujan yang jatuh setiap bulan sehingga diketahui rata-rata bulan basah, lembap, dan bulan kering.
Prinsip pembagian iklim menurut Schmidt-Ferguson berdasarkan perhitungan jumlah bulan-bulan terkering dan bulan-bulan basah setiap tahun kemudian dirata-ratakan. Untuk menentukan bulan basah dan bulan kering dengan menggunakan metode Mohr, yaitu :
- Bulan kering, yaitu bulan-bulan yang curah hujannya kurang dari 60 mm
- Bulan basah, yaitu bulan-bulan yang curah hujannya lebih dari 100 mm
- bulan lembap, yaitu bulan-bulan yang curah hujannya antara 60–100 mm





