Unsur Cuaca dan Iklim 06

Awan dan Jenis-jenisnya

Atmosfer

= – = – =

Awan adalah kumpulan partikel air yang tampak di atmosfer. Partikel air tersebut dapat berupa tetes air cair atau kristal es. Adanya tetes partikel air adalah berasal dari kondensasi uap air pada inti kondensasi yang ada dalam udara. Kondensasi atau pengembunan adalah saling-gabung partikel uap air pada partikel debu (yang disebut inti kondensasi), sehingga menghasilkan tetes air.

Kondensasi tidak akan terjadi pada udara bersih, sebaliknya akan terjadi jika di udara terdapat inti kondensasi. Inti kondensasi dapat berupa debu, asap, garam laut (NaCl), atau benda mikrospik yang memiliki sifat mampu menyerap (hidroskopik). Garam laut yang sangat kecil itu dapat masuk ke udara yang mulanya berasal dari deburan ombak di pantai. Air laut yang mengandung garam melepaskan butiran garam yang ukurannya sangat kecil ke udara melalui ombak, lalu tersapu oleh angin dan melayang-layang di udara.

Peristiwa kondensasi tidak cukup dengan adanya inti kondensasi, tetapi harus terpenuhi persyaratan lainnya yaitu kelembaban udara yang memadai. Jika kedua pernyaratan tadi terpenuhi maka terjadilah pengembunan menjadi partikel air atau es. Partikel air yang sangat kecil berukuran 5 – 10 milimikron (m). Untuk dapat sebagai butiran hujan, jika butiran air tersebut bergabung satu sama lain hingga berukuran 1000 milimikron atau 1 mm.

Awan merupakan massa dari butir-butir kecil air yang larut di lapisan atmosfer bagian bawah. Awan dapat menunjukkan kondisi cuaca. Awan gelap menandakan kemungkinan hujan. Sedang langit tanpa awan menunjukkan cuaca cerah. Awah gelap yang membumbung menandakan hujan badai akan terjadi.

Lanjutkan membaca “Unsur Cuaca dan Iklim 06”

Unsur Cuaca dan Iklim 05

Macam-macam Angin

Atmosfer

= – = – =

Angin adalah gerakan udara yang disebabkan adanya perbedaan suhu, yang selanjutnya mengakibatkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. Jarak tempuh pergerakan angin tidak selalu sama. Ada angin yang bergerak secara terus-menerus pada wilayah yang luas, ada pula angin yang bergerak hanya di wilayah yang sempit.

Pergerakan angin secara umum dikategorikan dalam dua kelompok utama :

  1. Angin Umum, adalah gerakan massa udara yang senantiasa berembus sepanjang tahun dan meliputi wilayah yang luas, misalnya Angin Passat dan Angin Muson
  2. Angin Lokal, adalah jenis angin yang hanya berhembus di wilayah-wilayah dan waktu-waktu tertentu saja. Contoh angin lokal misalnya angin darat-angin laut dan angin gunung-angin lembah.

Beberapa angin umum yang berhembus di wilayah yang luas di permukaan bumi adalah sebagai berikut :

1. Angin Passat (Trade Wind)

Angin passat adalah angin bertiup tetap sepanjang tahun dari daerah subtropik menuju ke daerah ekuator (khatulistiwa). Angin ini berasal dari daerah maksimum subtropik menuju ke daerah minimum ekuator. Sesuai dengan hukum Buys Ballot yaitu karena pengaruh gaya Corriolis (rotasi bumi), dibelah bumi utara berbelok ke arah kanan dan di belahan bumi selatan bergerak ke arah kiri. Angin passat yang datangnya dari arah timur laut (di daerah iklim tropika di belahan bumi utara) disebut angin passat timur, sedangkan angin passat yang bertiup dari arah tenggara disebut angin passat tenggara. Di sekitar khatulistiwa, kedua angin passat ini bertemu. Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin passat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antartropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah doldrum (wilayah tenang).

Lanjutkan membaca “Unsur Cuaca dan Iklim 05”

Unsur Cuaca dan Iklim 05

Arah, Kekuatan dan Kecepatan Gerakan Angin

Atmosfer

= – = – =

Angin adalah gerakan udara dari satu tempat ke tempat lain yang terjadi karena terjadinya perbedaan tekanan udara. Pergerakan angin meliputi pergerakan secara horisontal, vertikal dan tak beraturan. Angin dalam kehidupan sehari-hari memberikan manfaat yang menguntungkan bagi manusia seperti mengeringkan pakaian yang dijemur, melakukan pelayaran menggunakan perahu yang memanfaatkan tenaga angin sebagai pendorong layar perahu hingga dapat dimanfaatkan sebagai kincir yang menghasilkan tenaga listrik.

Namun di sisi yang lain, angin juga menyimpan bahaya yang justru berpotensi menimbulkan bencana yang merugikan kehidupan terutama bagi manusia. Angin yang bertiup kencang dapat memporak-porandakan apapun yang dilewatinya. Pohon-pohon bertumbangan, prasarana sarana umum mengalami kerusakan hingga rumah-rumah tempat tinggal rusak dan roboh.

Terdapat beberapa hal pokok yang berkaitan dengan sifat angin, yaitu arah angin, kekuatan dan kecepatan angin. Penjelasan dari ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :

1. Arah Angin

Angin bertiup dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Angin yang bertiup tidak bergerak lurus, tetapi mengalami pembelokan arah karena dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :

    • Gradient barometrik
    • Makin besar gradient barometrik, makin besar pula kekuatannya. Angin yang besar kekuatannya, makin sulit berbelok arah.
    • Rotasi bumi
    • Rotasi bumi dengan bentuk bumi yang bulat, menyebabkan pembelokan arah angin. Pembelokan angin di ekuator sama dengan 0° (nol) . Makin ke arah kutub, pembelokannya makin besar. Pembelokan angin yang mencapai 90°.
    • Kekuatan yang menahan (rintangan)
    • Bentuk permukaan bumi dapat berfungsi kekuatan yang menahan dapat membelokkan arah angin. Sebagai contoh, pada saat melalui gunung, angin akan berbelok ke arah kiri, ke kanan, atau ke atas.

Lanjutkan membaca “Unsur Cuaca dan Iklim 05”

Unsur Cuaca dan Iklim 05

Angin, Udara Yang Bergerak

Atmosfer

= – = – =

Pada siang hari yang panas kamu sedang beraktifitas di alam terbuka tentu kamu akan merasakan gerah bukan? Bagaimana jika kemudian ada angin yang berhembus menuju arahmu? Tentu kamu akan merasakan kesejukan yang luar biasa. rasa gerah yang menyerang tubuhmu akan tertutupi oleh hembusan angin tersebut. Semakin lama angin berhembus maka rasa gerah di tubuhmu akan semakin berkurang bahkan hilang.

Nah, apa yang dimaksud dengan angin itu sendiri? Mengapa benda yang tak terlihat ini dapat memberikan kita kesejukan? Mengapa rasa gerah yang melanda kita menjadi hilang karena ia berhembus mengenai kita? Begitu banyak pertanyaan berkaitan dengan hal tersebut. Untuk memahami tentang angin mari kita mulai membahas di postingan ini.

Angin adalah gerakan udara yang disebabkan adanya perbedaan suhu, yang selanjutnya mengakibatkan perubahan tekanan. Tekanan udara naik jika suhunya rendah dan turun jika suhunya tinggi. Angin bertiup dari daerah tekanan tinggi ke daerah tekanan rendah. 

Arah dan kecepatan angin diukur dengan alat yang disebut anemometer mangkok. Satuan yang biasa digunakan dalam menentukan kecepatan angin adalah kilometer perjam atau knot (1 knot = 0,5148 m/det = 1,854 km/jam). Sistem penamaan angin biasanya dihubungkan dengan arah datangnya massa udara tersebut. Misalnya angin passat tenggara, artinya gerakan massa udara tersebut datangnya dari arah tenggara.

Lanjutkan membaca “Unsur Cuaca dan Iklim 05”

Unsur Cuaca dan Iklim 04

Kelembaban Udara Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Atmosfer

= – = – =

Pada saat kita sedang melakukan aktifitas jalan-jalan pagi, kadang kita akan mendapati kulit kita terasa basah dan dingin saat bersinggungan dengan udara di sekitar kita. Begitu pula saat bernafas seolah-olah ada asap yang keluar dari hidung kita. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Apapula asap keluar dari hidung kita itu? Ya, jawaban yang sering kita dapatkan adalah bahwa yang keluar dari hidung kita bukanlah asap melainkan uap air dari udara yang kita hirup. Uap air? Betul sekali. Udara yang kita hirup pada pagi hari biasanya mengandung uap air sebagai bentuk dari suhu yang cenderung rendah pada pagi hari. Suhu rendah membuat uap air yang ada di udara menjadi banyak. Pada kondisi ini maka tingkat kelembaban udaranya menjadi tinggi. Lalu apa yang dimaksud dengan kelembaban udara itu?

Kelembapan udara adalah besar kecilnya kandungan uap air dalam udara. Kelembapan
dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Kelembapan mutlak (absolut): jumlah uap air terkandung dalam unit volume udara, dinyatakan dengan gram uap air setiap m3 udara.
  2. Kelembapan nisbi (relatif): perbandingan jumlah air dalam udara dengan jumlah uap air maksimum yang dikandung udara dalam suhu yang sama (dinyatakan dalam %).

Alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara adalah Higrometer yang digunakan untuk mengukur kelembaban udara dalam persen dan Psycrometer untuk mengukur kelembaban udara relatif. Pada psikrometer menggunakan dua buah termometer sebagai komponen utamanya. Termometer pertama merupakan termometer bola kering yang digunakan untuk mengukur suhu udara biasa, sedangkan termometer yang kedua merupakan termometer bola basah yang digunakan untuk mengukur suhu udara jenuh atau lembab.

Lanjutkan membaca “Unsur Cuaca dan Iklim 04”

Unsur Cuaca dan Iklim 03

Tekanan Udara Dan Faktor Yang Mempengaruhinya

Atmosfer

= – = – =

Tekanan udara adalah beratnya tekanan yang ditimbulkan oleh beratnya lapisan udara. Tekanan udara yang terjadi di suatu wilayah bersifat dinamis, artinya akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Permukaan bumi ini secara langsung ditekan oleh udara karena udara memiliki massa. Karena udara adalah benda gas yang menyelubungi bumi dan mempunyai massa, akan terjadi peristiwa seperti :

  1. Massa udara menumpuk di permukaan bumi dan udara di atas menindih udara di bawahnya, tekanan ini dinamakan tekanan udara.
  2. Massa udara dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi. Hal ini menyebabkan semakin dekat dengan bumi udara semakin mampat dan semakin ke atas semakin renggang. Akibatnya, semakin dekat dengan bumi tekanan udara semakin besar dan sebaliknya.
  3. Massa udara jika mendapatkan panas akan memuai dan jika mendapatkan dingin akan menyusut.

Tekanan udara akan berbanding terbalik dengan ketinggian suatu tempat sehingga semakin tinggi tempat dari permukaan laut semakin rendah tekanan udarannya. Kondisi ini karena makin tinggi tempat akan makin berkurang udara yang menekannya. Satuan hitung tekanan udara adalah milibar, sedangkan garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat dengan tekanan udara yang sama disebut isobar.

Ketinggian suatu tempat dari permukaan laut juga dapat diukur dengan menggunakan barometer. Kenaikan 10 m suatu tempat akan menurunkan permukaan air raksa dalam tabung sebesar 1 mm. Dalam satuan milibar (mb), setiap kenaikan 8 m pada lapisan atmosfer bawah, tekanan udara turun 1 mb, sedangkan pada atmosfer atas dengan kenaikan > 8 m tekanan udara akan turun 1 mb.

Lanjutkan membaca “Unsur Cuaca dan Iklim 03”