Tenaga Endogen – Seisme 6 – Menghitung lokasi episentrum

Menentukan lokasi episentrum dengan menghitung jarak episentrum dari stasiun pencatat gempa.

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Beberapa saat setelah terjadi gempa lembaga yang berwenang mengurusi masalah kegempaan dalam hal ini BMKG segere merilis informasi mengenai gempa yang telah terjadi tersebut. Informasi tersebut biasanya berisi tentang besaran skala gempa, lokasi epicentrum gempa dan seberapa besar potensi tsunani akan terjadi.

Era teknologi yang sudah demikian maju mampu membuat informasi dengan cepatnya menyebar ke berbagai media. Dengan diketahuianya lokasi epicentrum gempa bumi maka akan segera dapat dimanfaatkan oleh penduduk untuk mempersiapkan lebih dini upaya mitigasi bencana gempa bumi. Lantas bagaimana cara untuk mengetahui lokasi episentrum gempa?

Sebagaimana gambar di atas, untuk mengetahui lokasi episentrum gempa secara akurat diperlukan hasil pencatatan gempa dari minimal 3 stasiun pencatat gempa. Gelombang gempa akan tercatat dalam seismograf dalam bentuk grafik. Jarak epicentrum dari stasiun pencatat gempa diambil dari perbedaan selang waktu antara gelombang primer dengan gelombang sekunder yang tercatat. Setelah jarak episentrum diketahui kemudian dari stasiun pencatat gempa dibuat buffering dalam bentuk lingkaran sejauh jarak hasil perhitungan. Stasiun lain yang juga mencatat kejadian gempa tersebut melakukan hal yang sama. Hasil buffering dari ketiga stasiun tersebut akan didapati garis perpotongan yang berarti menunjukkan lokasi episentrum.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 6 – Menghitung lokasi episentrum”

Tenaga Endogen – Seisme 5 – Gempa dalam Skala Richter

Kekuatan Gempa Dalam Skala Richter

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Penemu penghitungan dalam mengukur kekuatan gempa bumi adalah Richter atau Charles Francis yang lahir di Hamilton 26 April 1900. Beliau menyelesaikan studi S3 nya di Institut Teknologi California Tahun 1928 kemudian Ia diangkat menjadi professor pada bidang seismologi pada tahun 1952. Memulai pekerjaan pada Institut Carnegie Tahun 1927-1936. Ahli seismologi yang satu ini mengabadikan namanya dalam menentukan kekuatan gempa bumi yang hingga sekarang ini masih digunakan (Skala Richter) disingkat SR.

Skala Richter ini hanya hanya cocok digunakan untuk menganalisis gempa-gempa dekat dengan magnitudo di bawah 6,0. Jika terjadi gempa dengan besaran di atas 6.0 maka teknik Richter ini tidak representatif lagi. BMKG sebagai lembaga pemerintah yang berwenang mengurusi kegempaan di Indonesia sudah tidak menggunakan metode Skala Richter ini tetapi menggunakan MMI (Modified Mercalli Intensity) disamping mengembangkan sendiri Skala Intensitas Gempa Bumi sendiri.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 5 – Gempa dalam Skala Richter”

Tenaga Endogen – Seisme 4 – Gempa dalam Skala Mercalli

Kekuatan Gempa Dalam Skala Mercalli

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Indonesia merupakan salah satu negara yang sering mengalami gempa bumi. Hampir setiap saat dalam rentang waktu pendek selalu terjadi gempa di banyak tempat di wilayah Indonesia, terutama pada daerah-daerah yang rawan gempa. Disebut daerah rawan gempa karena wilayah tersebut terdapat pada wilayah pertemuan lempeng tektonik.
Namun meskipun sering terjadi gempa tidak semuanya bisa kita rasakan, tidak semua gempa yang terjadi akan menyebabkan kerusakan atau bencana yang membuat korban jiwa dan kerugian. Hal tersebut karena gempa yang terjadi tidak selalu memiliki kekuatan yang sama, pada satu gempa hanya memiliki kekuatan kecil dan pada gempa lain memiliki kekuatan yang besar.

Seberapa besar kekuatan gempa yang terjadi disebut dengan skala gempa. Salah satu skala gempa yang dijadikan acuan oleh ahli-ahli geofisika adalah Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) atau lebih sering disebut skala Mercalli saja.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 4 – Gempa dalam Skala Mercalli”

Tenaga Endogen – Seisme 3 – Istilah dalam Gempa Bumi

Istilah-istilah dalam gempa bumi

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Gempa yang akan terjadi sulit untuk diprediksi secara akurat kapan akan terjadi. Tetapi dari peristiwa-peristiwa gempa yang telah lalu, perkembangan teknologi dan kemampuan manusia yang terus berkembang beberapa tanda-tanda dari alam dapat digunakan sebagai pedoman untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan akan terjadi gempa.

Ilmu yang mempelajari gempa bumi dan gelombang seismik di sebut dengan Seismologi. Sebagai misal dalam mempelajari aktifitas gunung api, tanda-tanda alam dapat diamati secara visual dan menggunakan alat perekam aktifitas seismik yaitu Seismograf. Alat-alat perekam aktifitas seismik ini biasanya dipasang di pos-pos pemantauan gunung api. Hasil dari perekaman aktifitas seismik dalam bentuk grafik seismogram akan dianalisa setiap hari untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.

Dalam Seismologi terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan gempa, antara lain :

a. Hiposentrum

Hipsentrum adalah titik pusat gempa yang terjadi di bawah permukaan bumi. Kedalaman titik pusat gempa ini dari permukaan bumi bervariasi. Dikatakan dangkal jika kurang dari 60 km dari permukaan bumi, menengah jika antara 60 – 300 km dan dalam jika lebih dari 300 km.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 3 – Istilah dalam Gempa Bumi”

Tenaga Endogen – Seisme 2 – Gelombang Gempa Bumi

Gelombang Gempa Bumi

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pada saat gempa bumi terjadi maka kita akan merasakan getaran yang merambat dan mengguncangkan apapun yang ada di sekeliling kita. Jika getara tersebut kecil maka kemungkinan tidak akan menyebabkan kerugian pada manusia, tetapi jika getaran gempa tersebut besar maka berpotensi menyebabkan kerusakan fisik yang mengakibatkan kerugian yang besar.
Getaran yang kita rasakan pada saat gempa itu terjadi sebenarnya adalah gelombang seismik dalam wujud getaran yang berasal dari pergerakan kulit bumi / lithosfer.

Gelombang gempa bumi antara lain body wave (gelombang di dalam bumi) dan surface wave (gelombang permukaan). Penjelasan mengenai kedua gelombang tersebut adalah sebagai berikut :

a. Body Wave (Gelombang di dalam bumi)

Body wave adalah gelombang yang merambat di dalam bumi. Terdiri atas gelombang primer dan gelombang sekunder.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 2 – Gelombang Gempa Bumi”

Tenaga Endogen – Seisme 1 – Penyebab Gempa Bumi

Gempa Dan Penyebabnya

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pada suatu waktu kamu sedang duduk-duduk santai dengan teman-temanmu di sebuah taman di sekolah. Tiba-tiba terasa ada getaran yang kuat di sekitar kalian. Kursi-kursi bergoyang, meja berderit, kaca-kaca ruang kelas bergetar, teman-temanmu yang ada di kelas berteriak. Sebagian ada yang berhamburan keluar ada yang tetap di dalam kelas bersembunyi di kolong meja. Pada saat itu kamu dan teman-temanmu yang sedang di luar segera tersadar dan juga mulai mencari tempat-tempat yang aman untuk berlindung.
Apa yang terjadi? Ya! Kalian sedang merasakan gempa bumi.

Gempa bumi merupakan wujud dari seisme. Seisme adalah kegiatan tenaga pembentuk muka bumi yang berkaitan dengan aktivitas kegempaan. Gempa bumi adalah suatu getaran yang terjadi karena peristiwa tumpukan energi dari dalam bumi (tenaga endogen) yang dapat menggetarkan lempeng samudera dan lempeng benua. Secara singkat gempa bumi terjadi pada saat tekanan semakin meningkat di daerah batuan sampai pada tingkatan tertentu sehingga akan menimbulkan pergerakan yang mendadak.

Pergerakan inilah yang nantinya akan menciptakan patahan batu pada saat batuan tersebut pecah pada titik terlemah atau bahkan pergerakan tersebut akan menyebabkan batuan menjadi tergelincir di sepanjang patahan yang ada. Ketika peristiwa ini terjadi, maka sejumlah energi yang besar akan dilepaskan secara bersamaan dengan dilepaskannya tekanan. Energi yang dilepaskan ini akan mengakibatkan batuan yang berada di sekitarnya bergetar dan terjadilah gempa bumi.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 1 – Penyebab Gempa Bumi”