Tenaga Endogen – Seisme 6 – Menghitung lokasi episentrum
Menentukan lokasi episentrum dengan menghitung jarak episentrum dari stasiun pencatat gempa.
Oleh : Andi Hidayat
= – = – =
Beberapa saat setelah terjadi gempa lembaga yang berwenang mengurusi masalah kegempaan dalam hal ini BMKG segere merilis informasi mengenai gempa yang telah terjadi tersebut. Informasi tersebut biasanya berisi tentang besaran skala gempa, lokasi epicentrum gempa dan seberapa besar potensi tsunani akan terjadi.
Era teknologi yang sudah demikian maju mampu membuat informasi dengan cepatnya menyebar ke berbagai media. Dengan diketahuianya lokasi epicentrum gempa bumi maka akan segera dapat dimanfaatkan oleh penduduk untuk mempersiapkan lebih dini upaya mitigasi bencana gempa bumi. Lantas bagaimana cara untuk mengetahui lokasi episentrum gempa?

Sebagaimana gambar di atas, untuk mengetahui lokasi episentrum gempa secara akurat diperlukan hasil pencatatan gempa dari minimal 3 stasiun pencatat gempa. Gelombang gempa akan tercatat dalam seismograf dalam bentuk grafik. Jarak epicentrum dari stasiun pencatat gempa diambil dari perbedaan selang waktu antara gelombang primer dengan gelombang sekunder yang tercatat. Setelah jarak episentrum diketahui kemudian dari stasiun pencatat gempa dibuat buffering dalam bentuk lingkaran sejauh jarak hasil perhitungan. Stasiun lain yang juga mencatat kejadian gempa tersebut melakukan hal yang sama. Hasil buffering dari ketiga stasiun tersebut akan didapati garis perpotongan yang berarti menunjukkan lokasi episentrum.
Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 6 – Menghitung lokasi episentrum”





