Menghitung Angka Migrasi

Migrasi adalah faktor non alamiah (sosial) yang berpengaruh terhadap laju pertumbuhan penduduk di suatu wilayah, baik di suatu negara atau wilayah-wilayah di bawahnya. Migrasi yang bersifat menambah jumlah penduduk adalah Imigrasi atau Migrasi Masuk (Mi), sedangkan yang bersifat mengurangi jumlah penduduk adalah Emigrasi atau Migrasi Keluar (Mo). Istilah Imigrasi dan Emigrasi lebih sering digunakan untuk migrasi internasional sedangkan istilah Migrasi Masuk dan Migrasi Keluar.

Faktor migrasi banyak mempengaruhi pertumbuhan penduduk di suatu negara yang bersifat terbuka terhadap pendatang misalnya Amerika Serikat. Amerika Serikat merupakan negara yang dikenal oleh dunia sebagai Land Of Opportunity, negara yang mempersilahkan pendatang dari negara lain untuk masuk dan tinggal di negaranya (dengan dokumen resmi tentunya) dan menjadi warga negara Amerika Serikat. Sedangkan untuk negara yang tertutup terhadap pendatang maka faktor migrasi tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk nasional.

Untuk migrasi domestik antar wilayah dalam suatu negara baik migrasi masuk maupun migrasi keluar memiliki pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan penduduk. Ada propinsi yang memiliki kecenderungan pertumbuhan penduduk meningkat dengan cepat karena faktor banyaknya pendatang (migrasi masuk), adapula propinsi dengan pertumbuhan penduduk cendrung lambat karena banyaknya faktor penduduk pergi pindah keluar.

Lanjutkan membaca “Menghitung Angka Migrasi”

Migrasi Domestik – Urbanisasi

Bertambahnya penduduk di suatu negara selain dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan penduduk alami baik kelahiran dan kematian,  juga dipengaruhi oleh faktor non alami yaitu migrasi. Migrasi kependudukan adalah berpindahnya penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya baik secara permanen (menetap) maupun non permanen (sementara) karena alasan-alasan tertentu. Contoh alasan misalnya faktor ekonomi seperti mencari pekerjaan, keinginan untuk merubah peruntungan dan lain-lain.

Berdasarkan cakupan wilayah yang dituju migrasi dikelompokkan menjadi 2, yaitu migrasi Internasional (antar negara) dan migrasi domestik (antar wilayah dalam satu negara). Migrasi domestik dikelompokkan menjadi 2 yaitu Transmigrasi dan Urbanisasi. Pada postingan kali ini akan kita bahas tentang Urbanisasi.

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Misalnya penduduk dari desa di Kabupaten Kulonprogo DIY pindah menuju kota Jakarta. Jakarta merupakan kota besar di Indonesia dengan jumlah penduduk besar yang sebagian diperngaruhi oleh banyaknya jumlah pendatang.

Urbanisasi merupakan faktor non alami yang mempunyai 2 sisi yang berlainan bagi wilayah yang dituju dan ditinggalkan. Bagi desa pelaku urbanisasi bersifat mengurangi jumlah penduduk desa yang ditinggalkannya, sedangkan di satu sisi bersifat menambah jumlah penduduk kota yang didatanginya.

Lanjutkan membaca “Migrasi Domestik – Urbanisasi”

Migrasi Domestik – Transmigrasi

Bertambahnya penduduk di suatu negara selain dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan penduduk alami baik kelahiran dan kematian,  juga dipengaruhi oleh faktor non alami yaitu migrasi. Migrasi kependudukan adalah berpindahnya penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya baik secara permanen (menetap) maupun non permanen (sementara) karena alasan-alasan tertentu. Contoh alasan misalnya faktor ekonomi seperti mencari pekerjaan, keinginan untuk merubah peruntungan dan lain-lain.

Berdasarkan cakupan wilayah yang dituju migrasi dikelompokkan menjadi 2, yaitu migrasi Internasional (antar negara) dan migrasi domestik (antar wilayah dalam satu negara). Migrasi domestik dikelompokkan menjadi 2 yaitu Transmigrasi dan Urbanisasi. Pada postingan kali ini akan kita bahas tentang Transmigrasi.

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya dalam suatu negara.

Tujuan transmigrasi adalah untuk pemerataan sebaran penduduk agar tidak terkonsentrasi di pulau Jawa saja tetapi dapat merata dan tersebar ke pulau-pulau lain yang lebih jarang penduduknya. Dari sisi penduduk, transmigrasi adalah untuk perubahan/peningkatan taraf hidup ke arah yang lebih baik.

Lanjutkan membaca “Migrasi Domestik – Transmigrasi”

Migrasi Internasional dan Jenisnya

Bertambahnya penduduk di suatu negara selain dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan penduduk alami baik kelahiran dan kematian,  juga dipengaruhi oleh faktor non alami yaitu migrasi. Migrasi kependudukan adalah berpindahnya penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lainnya baik secara permanen (menetap) maupun non permanen (sementara) karena alasan-alasan tertentu. Contoh alasan misalnya faktor ekonomi seperti mencari pekerjaan, keinginan untuk merubah peruntungan dan lain-lain.

Migrasi sebagai komponen kunci dalam dinamika penduduk telah mengakibatkan berbagai perubahan dalam masyarakat, misalnya perubahan komposisi penduduk, dan  perubahan tingkat pertumbuhan penduduk. Dalam era globalisasi yang sedang terjadi saat ini dapat dicirikan dengan adanya peningkatan arus mobilitas penduduk dan mobilitas tenaga kerja lintas negara.

Berdasarkan cakupan wilayah yang dituju migrasi dikelompokkan menjadi 2, yaitu migrasi Internasional (antar negara) dan migrasi domestik (antar wilayah dalam satu negara). Pada postingan kali ini akan kita bahas tentang migrasi internasional.

Secara garis besar sebagian besar migran melakukan migrasi lintas negara karena dipicu faktor ekonomi. Begitu pula yang diungkapkan oleh Stalker mengenai penyebab orang melakukan migrasi terutama migrasi internasional. Yang pertama orang melakukan migrasi karena adanya perbedaan upah (wage gaps ). Orang melakukan migrasi ke negara yang lebih makmur baik sementara atau menetap untuk mendapatkan keuntungan dan kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut terjadi karena terdapat perbedaan pendapatan antara negara berkembang dan negara industri (maju) dan upah dinegara maju kebih besar dari pada di negara berkembang.

Lanjutkan membaca “Migrasi Internasional dan Jenisnya”

Karya Siswa – Komik Geografi – Natalitas Mortalitas

Cerita Bergambar Hasil Karya Siswa Tentang Natalitas dan Mortalitas

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Sekitar 2 tahun yang lalu saya mendapat buku komik dari alumni madrasah tempat saya mengajar. Buku komik itu judulnya besar hampir seperempat dari lebar buku, yaitu WHY? Buku komik WHY? Sebuah komik edukasi. Pada awalnya saya bertanya dalam hati. Komik? Cergam? Lalu rasa penasaran mulai masuk ke dalam hati sehingga plastik tipis pembungkus komik tersebut mulai saya robek. Setelah membuang plastik pembungkus ke dalam tong sampah sayapun mulai membuka buku tersebut lembar demi lembar.
Buku komik WHY? yang diberikan oleh alumni ini temanya tentang laut. Cerita yang ada di dalamnya berbumbu petualangan beberapa anak dalam menjelajahi lautan-lautan di dunia.
Tak terasa membaca komik tersebut menimbulkan keasyikan tersendiri. Buku ini membuat pembacanya menjadi fokus pada cerita dan gambar yang ada di dalamnya sehingga pesan tentang edukasi dan ilmu pengetahuan bisa kita dapatkan.
Setelah membaca komik tersebut kemudian timbul gagasan saya bagaimana jika siswa-siswa saya beri tugas tak terstruktur dengan membuat komik berdasarkan materi pelajaran yang telah saya berikan. Pada waktu gagasan ini muncul, materi pelajaran yang saya berikan di kelas XI IPS adalah tentang antroposfer atau dinamika kependudukan.

Lanjutkan membaca “Karya Siswa – Komik Geografi – Natalitas Mortalitas”

Faktor Kepadatan Penduduk dan Menghitung Kepadatan Penduduk

Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah cepat atau lambat mengalami perubahan. Kecenderungan perubahan yang terjadi adalah jumlah penduduk menjadi bertambah semakin banyak. Semakin banyaknya jumlah penduduk menyebabkan wilayah tersebut menjadi semakin sesak oleh manusia sehingga wilayah tersebut menjadi wilayah padat penduduk.

Kepadatan penduduk adalah angka yang menunjukkan rata-rata jumlah penduduk yang menempati setiap satuan luas wiayah lahan biasanya dalam 1 km2.

Kepadatan penduduk merupakan perhitungan kasar dan bersifat menyamaratakan wilayah penduduk, dalam arti benar-benar dalam setiap 1 km2 terdapat penduduk yang hidup dan tinggal. Padahal faktanya ada wilayah propinsi yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang masih tergolong rendah.

Beberapa faktor yang mempengaruhi kepadatan penduduk di suatu wilayah antara lain :

(1) Faktor Fisiografis

Penduduk selalu memilih tempat tinggal yang baik, strategis, tanah subur, relief baik, cukup air dan daerahnya aman.

(2) Faktor Biologis

Tingkat pertumbuhan penduduk di setiap daerah berbeda-beda karena adanya perbedaan tingkat kematian, kelahiran dan angka perkawinan

(3) Faktor Kebudayaan dan teknologi

Daerah yang masyarakatnya maju, pola pikirnya bagus, dan keadaan pembangunan fisiknya maju akan tumbuh lebih cepat dibanding daerah lain yang terbelakang.

Lanjutkan membaca “Faktor Kepadatan Penduduk dan Menghitung Kepadatan Penduduk”