Tenaga Endogen – Seisme 3 – Istilah dalam Gempa Bumi

Istilah-istilah dalam gempa bumi

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Gempa yang akan terjadi sulit untuk diprediksi secara akurat kapan akan terjadi. Tetapi dari peristiwa-peristiwa gempa yang telah lalu, perkembangan teknologi dan kemampuan manusia yang terus berkembang beberapa tanda-tanda dari alam dapat digunakan sebagai pedoman untuk mendeteksi kemungkinan-kemungkinan akan terjadi gempa.

Ilmu yang mempelajari gempa bumi dan gelombang seismik di sebut dengan Seismologi. Sebagai misal dalam mempelajari aktifitas gunung api, tanda-tanda alam dapat diamati secara visual dan menggunakan alat perekam aktifitas seismik yaitu Seismograf. Alat-alat perekam aktifitas seismik ini biasanya dipasang di pos-pos pemantauan gunung api. Hasil dari perekaman aktifitas seismik dalam bentuk grafik seismogram akan dianalisa setiap hari untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana.

Dalam Seismologi terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan gempa, antara lain :

a. Hiposentrum

Hipsentrum adalah titik pusat gempa yang terjadi di bawah permukaan bumi. Kedalaman titik pusat gempa ini dari permukaan bumi bervariasi. Dikatakan dangkal jika kurang dari 60 km dari permukaan bumi, menengah jika antara 60 – 300 km dan dalam jika lebih dari 300 km.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 3 – Istilah dalam Gempa Bumi”

Tenaga Endogen – Seisme 2 – Gelombang Gempa Bumi

Gelombang Gempa Bumi

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pada saat gempa bumi terjadi maka kita akan merasakan getaran yang merambat dan mengguncangkan apapun yang ada di sekeliling kita. Jika getara tersebut kecil maka kemungkinan tidak akan menyebabkan kerugian pada manusia, tetapi jika getaran gempa tersebut besar maka berpotensi menyebabkan kerusakan fisik yang mengakibatkan kerugian yang besar.
Getaran yang kita rasakan pada saat gempa itu terjadi sebenarnya adalah gelombang seismik dalam wujud getaran yang berasal dari pergerakan kulit bumi / lithosfer.

Gelombang gempa bumi antara lain body wave (gelombang di dalam bumi) dan surface wave (gelombang permukaan). Penjelasan mengenai kedua gelombang tersebut adalah sebagai berikut :

a. Body Wave (Gelombang di dalam bumi)

Body wave adalah gelombang yang merambat di dalam bumi. Terdiri atas gelombang primer dan gelombang sekunder.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 2 – Gelombang Gempa Bumi”

Tenaga Endogen – Seisme 1 – Penyebab Gempa Bumi

Gempa Dan Penyebabnya

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pada suatu waktu kamu sedang duduk-duduk santai dengan teman-temanmu di sebuah taman di sekolah. Tiba-tiba terasa ada getaran yang kuat di sekitar kalian. Kursi-kursi bergoyang, meja berderit, kaca-kaca ruang kelas bergetar, teman-temanmu yang ada di kelas berteriak. Sebagian ada yang berhamburan keluar ada yang tetap di dalam kelas bersembunyi di kolong meja. Pada saat itu kamu dan teman-temanmu yang sedang di luar segera tersadar dan juga mulai mencari tempat-tempat yang aman untuk berlindung.
Apa yang terjadi? Ya! Kalian sedang merasakan gempa bumi.

Gempa bumi merupakan wujud dari seisme. Seisme adalah kegiatan tenaga pembentuk muka bumi yang berkaitan dengan aktivitas kegempaan. Gempa bumi adalah suatu getaran yang terjadi karena peristiwa tumpukan energi dari dalam bumi (tenaga endogen) yang dapat menggetarkan lempeng samudera dan lempeng benua. Secara singkat gempa bumi terjadi pada saat tekanan semakin meningkat di daerah batuan sampai pada tingkatan tertentu sehingga akan menimbulkan pergerakan yang mendadak.

Pergerakan inilah yang nantinya akan menciptakan patahan batu pada saat batuan tersebut pecah pada titik terlemah atau bahkan pergerakan tersebut akan menyebabkan batuan menjadi tergelincir di sepanjang patahan yang ada. Ketika peristiwa ini terjadi, maka sejumlah energi yang besar akan dilepaskan secara bersamaan dengan dilepaskannya tekanan. Energi yang dilepaskan ini akan mengakibatkan batuan yang berada di sekitarnya bergetar dan terjadilah gempa bumi.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Seisme 1 – Penyebab Gempa Bumi”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 8 – Material Letusan Gunung Api

Material-material Hasil Aktifitas Gunung Api

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Gunung api baik pada saat aktif, istirahat maupun mati akan mengeluarkan beberapa material. Material-material hasil aktifitas gunung api tersebut dapat berupa benda padat, cair maupun gas. Material-material tersebut dapat memberikan kerugian yang besar bagi manusia terutama pada saat letusan terjadi. Tetapi di sisi lain dapat juga memberikan keuntungan yang besar pula dalam berbagai sendi kehidupan manusia.

Bentuk-bentuk material yang dikeluarkan hasil dari aktifitas gunung api antara lain :

a. Material Padat (Eflata)

Berupa material letusan gunung api berwujud padat. Ada dua macam yaitu eflata autogen dan eflata alogen. Eflata autogen berupa material padat yang berasal dari dapur magma yang terbawa bersama lava yang keluar saat letusan terjadi, sedangkan eflata alogen berupa material padat yang berasal dari material di sekitar kawah yang ikut terlontar saat letusan. Material padat hasil letusan meliputi:

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 8 – Material Letusan Gunung Api”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 7 – Penampang Gunung Api

Penampang Gunung Api

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Gunung api merupakan bentuk permukaan bumi yang terjadi karena adanya  penerobosan magma (intrusi) dari dalam bumi menuju ke celah-celah yang terdapat di bawah permukaan bumi.
Pada prosesnya, intrusi magma yang terjadi tidak semuanya mencapai ke permukaan bumi dan membentuk gunung api, tetapi ada juga magma yang menerobos celah-celah di bawah permukaan bumi dan hanya mencapai lapisan-lapisan tertentu saja dan terjebak di dalamnya.

Jika dilihat secara vertikal, penampang gunung api memiliki bagian-bagian seperti pada gambar di atas. Adapun penjelasan bagian-bagian gunung api adalah sebagai berikut :

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 7 – Penampang Gunung Api”

Tenaga Endogen – Vulkanisme 6 – Level Status Gunung Api

Level Status Keaktifan Gunung Api di Indonesia

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Bencana alam gunung api adalah salah satu bencana alam yang dapat diperkirakan letusannya. Meskipun tidak bisa diprediksi secara persis kapan akan meletus tetapi dengan mengamati tanda-tanda pra vulkanik maka penduduk sekitar gunung api tersebut dapat mempersiapkan diri melakukan tindakan mitigasi bencana untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan terjadi.

Pengamatan yang dilakukan terhadap tanda-tanda alam gunung api akan meletus ini bisa dilakukan oleh siapapu, tetapi dalam pengambilan keputusan tentu saja membutuhkan keterlibatan pemerintah melalui pihak-pihak terkait yang menangani tentang kegunungapian misalnya PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi)

Pengambilan keputusan tentang gejala vulkanologi yang dapat menyebabkan bencana letusan gunung api dilakukan setelah pihak PVMBG melakukan pengamatan terhadap gunung yang akan meletus baik melalui pengamatan visual secara tidak langsung dari pos pengamatan maupun secara langsung dengan menerjunkan tim peneliti ke puncak gunung api. Setelah dilakukan pengamatan maka kemudia diputuskan aktifitas gunung api tersebut termasuk dalam level mana.

Ada empat tingkatan status gunung api di Indonesia. Berikut adalah keempat status tingkatan tersebut sebagaimana dikutip dari dokumen Pengenalan Gunungapi yang diunggah di laman Kementerian ESDM.

Lanjutkan membaca “Tenaga Endogen – Vulkanisme 6 – Level Status Gunung Api”