Penanggulangan Bencana Tsunami
Upaya-upaya Penanggulangan Bencana Tsunami
Mitigasi Bencana
= – = – =
Wilayah Indonesia berada di titik pertemuan tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia yang membentuk kerak benua di daratan Benua Asia, lempeng Indo-Australia yaitu merupakan lempeng tektonik pembentuk kerak samudra di perairan Samudera Hindia, dan lempeng Pasifik yaitu lempeng tektonik yang membentuk kerak samudra di perairan Samudera Pasifik. Lempeng tektonik di wilayah ini sangat aktif bergerak akibat pengaruh tenaga endogen dari bawah permukaan bumi.
Pada kondisi tertentu pergerakan lempeng ini dapat menyebabkan terjadinya gempa bumi yang terjadi karena peristiwa tumpukan energi dari dalam bumi (tenaga endogen) yang dapat menggetarkan lempeng samudera dan lempeng benua. Selain itu, wilayah Indonesia yang sebagian besar merupakan perairan laut serta berada di antara samudera Hindia dan Pasifik memiliki vulnerability atau kerawanan terhadap bahaya bencana alam lain yang ditimbulkan oleh gempa bumi yaitu tsunami.

Tsunami (“tsu” berarti pelabuhan, “nami” berarti gelombang) merupakan gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut. Gangguan tersebut berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik, atau longsoran.
Tsunami memiliki karakteristik yang berkaitan dengan kecepatan terjadinya yaitu kecepatan tsunami tergantung pada kedalaman laut dan percepatan gravitasi di tempat tersebut. Karakteristik lainnya adalah bahwa ketinggian gelombang tsunami berbanding terbalik dengan kecepatan artinya jika kecepatan tsunami besar, maka ketinggian gelombang tsunami hanya beberapa puluh centimeter saja, sebaliknya untuk di daerah pantai, kecepatan tsunaminya kecil sedangkan ketinggian gelombangnya cukup tinggi bisa mencapai puluhan meter.






