Sofyanto – Pemanfaatan Media Poster Untuk Penyampaian Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh

Pandemi Covid 19 sampai saat ini masih berlangsung di pelbagai wilayah di Indonesia. Kapan berakhirnyapun belum bisa diperkirakan dengan pasti. Kondisi ini menyebabkan berbagai kegiatan kehidupan mengalami hambatan, tak terkecuali dengan dunia pendidikan. Pada saat sebelum pandemi menyerang kegiatan belajar mengajar dilakukan secara tatap muka secara klasikal di dalam kelas. Aneka model pembelajaran dapat dilakukan dalam penyampaian materi pembelajaran. Peran guru sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaranpun bisa dilakukan.
Tetapi kegiatan tersebut berubah drastis begitu pandemi Covid mulai meluas ke wilayah-wilayah di Indonesia. Penerapan Pembatasan Aktivitas penduduk hingga penerapan protokol kesehatan untuk mengurangi penyebaran wabah menyebabkan kegiatan pembelajaran secara tatap muka di kelas tidak dapat dilakukan lagi.

Pandemi membuat lembaga-lembaga pendidikan mulai menghentikan kegiatan tatap muka. Kegiatan pembelajaran diganti menjadi sebuah pembelajaran yang bersifat daring. Kegiatan pembelajaran daring dilakukan dengan menggunakan media telekomunikasi untuk menghindari potensi terjadinya kerumunan. Sehingga siswa-siswi tetap dapat belajar tanpa harus tatap muka dengan gurunya.
Pembelajaran daring yang dilakukan ini juga memaksa guru untuk menciptakan atau menerapkan model pembelajaran yang dapat efektif digunakan selama pandemi. Kreatifitas guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran menjadi berkembang menyesuaikan dengan kebutuhan.

Lanjutkan membaca “Sofyanto – Pemanfaatan Media Poster Untuk Penyampaian Kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh”

Sitemap

Peta Situs Blog Guru Geografi = – = – = Selamat Datang di Blog Guru Geografi MAN 1 Gunungkidul. Blog ini memposting beragam informasi tentang pengetahuan Geografi, dari rangkuman materi, model-model pembelajaran, karya-karya siswa, pengalaman mengajar guru hingga berbagi file pendukung kegiatan pembelajaran baik untuk guru maupun siswa.Untuk memudahkan anda dalam menjelajahi isi blog ini, berikut saya lampirkan Link Halaman untuk memudahkan akses : Channel … Lanjutkan membaca Sitemap

Konsep Essensial Geografi Dalam Satu Ruang

Contoh Pemahaman Sepuluh Konsep Essensial Geografi Dalam Satu Wilayah

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Sepuluh konsep essensial tersebut idealnya harus selalu ada dalam setiap mengkaji suatu fenomena geosfer di permukaan bumi, tetapi pada praktiknya tidak selalu digunakan secara bersamaan. Hal ini dipengaruhi oleh keterbatasan waktu, biaya, tenaga, dan tujuan analisis yang dikaji oleh geograf sehingga hanya beberapa saja yang digunakan.

Lanjutkan membaca “Konsep Essensial Geografi Dalam Satu Ruang”

Analisis-analisis Pendekatan Keruangan

Tema-tema Analisis Keruangan Dalam Mengkaji Fenomena Geosfer Menggunakan Pendekatan Keruangan

oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pendekatan keruangan atau spatial approach merupakan pendekatan khas ilmu Geografi dalam mengkaji fenomena geosfer di permukaan bumi. Pendekatan ini digunakan untuk mengetahui persebaran dalam penggunaan ruang yang telah ada dan bagaimana penyediaan ruang akan dirancang.
Suatu fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi pada saat dikaji menggunakan pendekatan keruangan maka dapat menggunakan sembilan matra atau tema analisis keruangan yang meliputi pola, struktur, proses, interaksi, keterkaitan, organisasi, trend, perbandingan dan sinergisme keruangan.

Pendekatan keruangan menurut profesor Hadi Sabari Yunus (2008) merupakan pendekatan yang menekankan analisisnya pada eksistensi ruang (space) sebagai wadah untuk mengakomodasi kegiatan manusia dalam menjelaskan fenomena geosfer.

Lanjutkan membaca “Analisis-analisis Pendekatan Keruangan”

Konsep Essensial Geografi – Konsep Interaksi Interdependensi

Hubungan Saling Ketergantungan Antar Fenomena Geosfer

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Salah satu prinsip dalam ilmu geografi yaitu prinsip persebaran memandang bahwa fenomena fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi tersebar tidak merata. Tidak meratanya persebaran fenomena tersebut membuat satu wilayah dengan wilayah lain memiliki perbedaan yang mencirikan karakter wilayah masing-masing. Perbedaan fenomena geosfer yang terjadi antara satu wilayah dengan wilayah lain menyebabkan terjadinya interaksi antar fenomena geosfer tersebut.

Pada suatu waktu kondisi interaksi yang intens menyebabkan kondisi saling ketergantungan antar wilayah/fenomena geosfer yang berbeda tersebut. Kondisi interaksi antar fenomena geosfer/wilayah yang menimbulkan ketergantungan tersebut dalam ilmu geografi dikenal dengan istilah interaksi interdependensi.

Konsep interaksi Interdependensi adalah konsep yang berkaitan dengan hubungan antar fenomena geosfer satu dengan fenomena geosfer lainnya yang menimbulkan kondisi saling tergantung. Salah satu bentuk interaksi interdependensi antarfenomena geosfer misalnya interaksi antara wilayah desa dengan wilayah kota.

Lanjutkan membaca “Konsep Essensial Geografi – Konsep Interaksi Interdependensi”

Konsep Essensial Geografi – Konsep Keterkaitan Keruangan

Hubungan Antar Fenomena Geosfer Pembentuk Ruang

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Suatu bentang lahan di permukaan bumi dipengaruhi oleh beberapa faktor yang membentuknya, baik bentang lahan alamiah (natural landscape) maupun bentang lahan budaya (cultural landscape). Beberapa faktor yang mempengaruhi tersebut saling bersinergi satu sama lain hingga membentuk suatu fenomena geosfer.

Bentuk lahan (landform) sebagai bagian dari bentang lahanpun juga terbentuk oleh beberapa proses-proses alam yang saling mendukung. Dengan mendasarkan pada prinsip interelasi (hubungan sebab akibat) suatu fenomena geosfer terjadi karena ada fenomena geosfer lain yang mempengaaruhinya. Misalnya adanya mata air panas, geyser dan fumarol karena dipengaruhi oleh beberapa proses alam yang terjadi misalnya gejala pasca vulkanik dan jarak air tanah yang dekat dengan dapur magma. Hubungan antar fenomena geosfer yang membentuk suatu fenomena geosfer ini dalam konsep ilmu geografi termasuk dalam konsep Keterkaitan Keruangan atau disebut juga Asosiasi.

Lanjutkan membaca “Konsep Essensial Geografi – Konsep Keterkaitan Keruangan”