Bahaya, Kerentanan dan Resiko Bencana
Ancaman Bencana/Bahaya, Kerentanan dan Risiko Bencana
Mitigasi Bencana
= – = – =
Indonesia merupakan negara yang sering mengalami bencana terutama bencana alam baik bencana alam geologi maupun klimatologis. Beberapa kejadian bencana alam dalam sepuluh tahun terakhir cenderung terjadi dalam frekuensi yang tinggi dan membahayakan keselamatan penduduk karena dapat menyebabkan kerugian jiwa maupun harta. Salah satu penyebab seringnya terjadi bencana tersebut karena lokasi wilayah Indonesia.
Secara geologis wilayah Indonesia merupakan daerah pertemuan dua jalur pegunungan muda aktif yang menghasilkan aktivitas vulkanik dan tektonik. Jalur yang pertama Sirkum Mediterania yang melewati pulau Sumatera, Jawa, Bali dan kepulauan Nusa TenggaraSirkum Pasifik membelok ke utara berakhir di laut Banda. Sedangkan jalur yang kedua adalah Sirkum Pasifik yang berasal dari samudera Pasifik lalu masuk ke wilayah Indonesia melewati Halmahera dan bagian utara Sulawesi dan kepulauan Maluku. Dari sisi klimatologi wilayah Indonesia berada di wilayah tropis yang mengalami dua musim yaitu kemarau dan penghujan serta beriklim laut, yang pada waktu-waktu tertentu menyebabkan terjadinya anomali cuaca yang berpotensi dapat menjadi bencana alam.

Kondisi di atas menjadikan negara Indonesia memiliki potensi bencana/bahaya (hazard potency) yang tinggi. Selain itu faktor kerentanan yang berasal dari penduduk juga mempertinggi risiko bencana terjadi.
1. Ancaman Bencana/Bahaya (Hazard)
Jean Cross mendefinisikan bahaya (hazard) merupakan sumber potensi kerusakan atau situasi yang berpotensi menimbulkan kerugian. Sesuatu disebut sebagai sumber bahaya hanya jika memiliki resiko menimbulkan hasil yang negatif.
Bahaya di artikan sebagai potensi dari rangkaian sebuah kejadian untuk muncul dan menimbulkan kerusakan atau kerugian. Jika salah satu bagian dari rantai kejadian hilang, maka suatu kejadian tidak akan terjadi.





