Konsep Essensial Geografi – Konsep Nilai Guna

Manfaat Fenomena Geosfer Bagi Makhluk Hidup

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Permukaan bumi memiliki bentuk-bentuk yang bervariasi dimulai dari bentuk umum seperti daratan dan perairan. Bentuk muka bumi di daratan yang bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari-hari misalnya daerah dataran rendah, daerah berombak, daerah bergelombang, daerah perbukitan hingga daerah pegunungan. Permukaan bumi dengan bentuk-bentuk di atas tersebar di seluruh permukaan bumi dan dapat dijadikan sebagai tempat tinggal manusia secara permanen, kecuali di daerah kutub utara dan kutub selatan.

Apakah permukaan bumi dan seisinya ini hanya sekedar sebagai tempat tinggal makhluk hidup? Tentu saja tidak. Permukaan bumi yang begitu bervariasi ini mempunyai banyak manfaat bagi makhluk hidup dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya. Bagaimana pemanfaatan permukaan bumi ini dalam ilmu Geografi berkaitan erat dengan konsep Nilai Guna.

Lanjutkan membaca “Konsep Essensial Geografi – Konsep Nilai Guna”

Konsep Essensial Geografi – Konsep Aglomerasi

Pemusatan Fenomena Aktivitas Manusia Dalam Satu Kawasan

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pernahkah kamu berbelanja di pasar tradisional? Pada saat akan berbelanja suatu keperluan di pasar tradisional begitu masuk ke dalam bangunan pasar pasti kita akan menuju ke area kelompok pedagang yang menjual keperluan yang akan kita kita. Jika baru pertama kali mengunjugi pasar tersebut karena status kita adalah pendatang atau wisatawan maka dengan bantuan petugas sekuriti atau cukup dengan membaca denah pasar yang biasa dipasang di pintu-pintu masuk maka lokasi kelompok pedagang yang kita tuju dengan mudah bisa ditemukan.

Mengapa area pedagang di pasar tradisional dikelompokkan menurut jenis dagangan yang sama? Salah satu tujuan pengelompokan pedagang dengan jenis pedagang yang sama adalah agar pembeli mudah menemukan lokasi barang yang ingin dibeli dan kelompok pedagang tersebut memiliki peluang dagangannya laku dan mendapatkan keuntungan. Sisi sanitasi juga tentu diperhatikan diperhatikan agar pedagang yang dalam proses jual belinya tidak menghasilkan sampah tetap nyaman. Bayangkan jika pedagang tidak dikelompokkan! Misalnya pedagang pakaian bersebelahan dengan pedagang sate, pedagang aksesoris diapit oleh pedagang sayur dan pedagang daging segar.

Lanjutkan membaca “Konsep Essensial Geografi – Konsep Aglomerasi”

Konsep Essensial Geografi – Konsep Pola

Kecenderungan Bentuk Suatu Obyek Di Permukaan Bumi

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Permukaan bumi di daratan sebagai tempat tinggal makhluk hidup terutama manusia memiliki bentuk yang bervariasi dimulai dari bentuk-bentuk umum seperti adanya daerah dataran rendah, daerah landai, daerah berombak, bergelombang, berbukit atau perbukitan hingga berbentuk pegunungan.
Bentuk permukaan bumi tersebut merupakan hasil dari aktifitas tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga pembentuk permukaan bumi yang berasal dari dalam bumi yang bersifat membangun bentuk permukaan bumi (konstruktif), sedangakan tenaga eksogen merupakan tenaga yang bersifat mengubah/merusak bentuk permukaan bumi yang dihasilkan oleh tenaga endogen.
Variasi bentuk muka bumi yang beraneka ragam berpengaruh pada fenomena geosfer yang lain yang ada di tempat itu. Pada suatu daerah dengan bentuk permukaan bumi akan didapati fenomena geosfer yang lain akan memiliki pola yang menyesuaikan dengan kondisi permukaan bumi. Bentuk fenomena geosfer yang mengikuti bentuk  ini dalam ilmu Geografi disebut dengan pola atau pattern.

Lanjutkan membaca “Konsep Essensial Geografi – Konsep Pola”

Konsep Essensial Geografi – Konsep Morfologi

Variasi Bentuk Permukaan Bumi Dalam Kajian Ilmu Geografi

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pada saat kita melakukan perjalanan ke suatu tempat, misalnya perjalanan wisata alam bersama teman satu kelas atau sekolah maka kita sering mendapati bahwa dalam perjalanan kita akan melewati jalan yang beraneka macam. Bukan selalu jalan yang tidak selalu datar dan lurus. Kadangkala kita akan melewati jalan yang berbelok-belok, jalan yang naik turun sehingga sopir kendaraan yang kita tumpangi akan berhati-hati dalam menyetir agar keselamatan kita tetap terjaga. Pada saat jalan naik sopir akan memainkan pedal gas agar kendaraan bisa sampai ke atas, pada saat melewati turunan sopir akan sering menginjak pedal rem dan pada saat jalan berkelok-kelok sopir akan memainkan setir kemudinya sebaik mungkin agar laju kendaraan tetap sesuai pada jalur jalannya.
Dari pengalaman tersebut dapat kita amati bahwa bentuk permukaan bumi pada satu tempat dengan tempat lain tidak sama. Ada tempat yang datar, ada yang merupakan daerah tinggi dan bergunung. Bentuk permukaan bumi yang tidak sama dan bervariasi ini menjadi salah satu konsep essensial dalam kajian ilmu Geografi yaitu konsep morfologi.

Lanjutkan membaca “Konsep Essensial Geografi – Konsep Morfologi”

Konsep Essensial Geografi – Konsep Keterjangkauan

Tingkat Keterjangkauan Suatu Lokasi Di Permukaan Bumi Dalam Ilmu Geografi

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Pada suatu waktu kita pernah berkunjung beberapa kali ke obyek wisata yang sama di suatu tempat misalnya obyek wisata pantai. Saat pertama kali berkunjung kita mendapati untuk menuju ke obyek wisata tersebut lancar dan cepat sampai, tapi mungkin pada kunjungan kita yang kedua perjalanan kita tidak selancar yang pertama. Pada kunjungan berikutnya mungkin lancar lagi seperti biasa, berikutnya sama sekali tidak bisa sampai ke lokasi obyek wisata karena sesuatu hal. Mudah tidaknya perjalan kita menuju obyek wisata yang kita tuju tersebut dalam ilmu Geografi akan berkaitan dengan konsep essensial Geografi yaitu konsep keterjangkauan.

Konsep keterjangkauan (aksesibilitas) adalah tinggi rendahnya tingkat kemudahan dalam menjangkau suatu tempat di permukaan bumi. Suatu tempat di permukaan bumi mudah kita jangkau berarti tingkat keterjankauan tempat itu tinggi, sebaliknya jika tempat yang kita tuju sulit dijangkau makan tingkat keterjangkauannya rendah.

Lanjutkan membaca “Konsep Essensial Geografi – Konsep Keterjangkauan”

Konsep Essensial Geografi – Konsep Jarak

Jarak Sebagai Konsep Essensial Ilmu Geografi

Oleh : Andi Hidayat

= – = – =

Setiap hari kita akan melihat bahwa semua orang pasti sering melakukan perpindahan lokasi dari satu tempat ke tempat lain baik di tempat yang dekat maupun jauh untuk aktifitas apapun. Aktifitas perpindahan lokasi ini dilakukan oleh siapapun. Seorang pegawai kantoran yang setiap pagi berangkat ke tempat kerja, buruh pabrik, pengemudi ojek online, sopir taksi, masinis hingga pilot pesawat terbang komersial. Dalam berbagai aktifitas yang di lakukan mereka akan melakukan perpindahan tempat yang jika dikalkulasi pergerakan mereka sehari-hari maka akan terekam dalam informasi pergerakan berupa jarak perjalanan. Nah, jarak dalam ilmu Geografi merupakan hal penting yang akan selalu dibahas dalam mengkaji fenomena geosfer yang terjadi di permukaan bumi.

Jarak dalam konsep ilmu Geografi merupakan selisih panjang antara dua tempat. Perpindahan lokasi dari satu tempat ke tempat lain akan menghasilkan ukuran panjang yang disebut jarak.

Lanjutkan membaca “Konsep Essensial Geografi – Konsep Jarak”