Penanggulangan Bencana Angin Topan
Upaya-upaya Penanggulangan Bencana Angin Topan
Mitigasi Bencana
= – = – =
Wilayah Indonesia yang terletak di daerah tropis mendapatkan panas sinar matahari yang cenderung sama setiap hari baik pada musim kemarau maupun penghujan. Lama penyinaran dan intensitas panas yang diserap permukaan bumi di wilayah tropis dapat menyebabkan terjadinya pemanasan udara akibat radiasi matahari. Pemanasan udara ini membuat udara menjadi memuai sehingga tekanannya menurun. Pada kondisi seperti ini hukum Buys Ballot terjadi, yaitu udara bertekanan tinggi di daerah lain bergerak menuju ke tempat yang memiliki tekanan udara rendah.
Pergerakan udara daerah bertekanan tinggi menuju ke daerah bertekanan rendah adalah fenomena alam umum yang selalu terjadi setiap waktu di permukaan bumi. Pergerakan ini merupakan bentuk alami alam menyeimbangkan dirinya. Daerah yang panas menjadi lebih dingin atau berkurang panasnya karena ada angin datang dari daerah lain. Sebagai contoh daratan yang pada siang hari mudah menyerap panas membuat tekanan udara di atasnya menjadi rendah sehingga udara di lautan yang bertekanan tinggi kemudia bergerak menuju daratan untuk menyeimbangkan atau mendinginkan suhu permukaan bumi di daratan.

Akan tetapi pergerakan angin ini dapat menjadi bahaya yang mengancam kehidupan jika bergerak dengan kecepatan yang tinggi. Berbagai benda yang dilewatinya dapat mengalami kerusakan bahkan kehancuran. Pergerakan udara yang cepat dan bersifat merusak ini sering kita sebut dengan angin topan atau angin puting beliung.
Angin topan adalah angin kencang yang datang secara-tiba-tiba, memiliki pusat, bergerak melingkar menyerupai spiral dengan kecepatan 40-50 km/jam hingga menyentuh permukaan bumi dan akan hilang dalam waktu singkat (3-5 menit). Angin puting beliung dapat menyebabkan kerusakan yang cukup serius pada bangunan/rumah terutama pada bagian atapnya. Pusaran angin yang kuat dapat membuat atap rumah terlepas dari tembok dan diterbangkan oleh angin, dan menimbulkan bahaya baru yaitu ancaman rumah/bangunan lain dan bahkan manusia dapat terkena atap rumah dan puing-puing yang diterbangkan oleh angin tersebut.






